Arti sebuah profesionalisme..

Ahir-ahir ini muncul banyak peraturan pemerintah(PP)  yang dinilai oleh kalangan masyarakat, hanya untuk mengakomodasi kepentingan masyarakat tertentu saja. Sehingga peraturan tersebut merugikan masyarakat yang lebih besar. Soal PP 48 2005 tentang sistim rekrutmen PNS  Guru misalnya, dalam PP tersebut jelas pemerintah hanya mengakomodasi kelompok guru tertentu saja yang akan diangkat menjadi PNS secara gratis, tanpa mempertimbangkan aspek kualitas, keadilan, transparansi apalagi profesionalisme.

 

Awalnya, kami sepakat atas rencana pemerintah yang akan meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga pendidik serta kesejahteraannya. Akan tetapi untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme guru (tenaga pendidik) saya kira bukan dengan cara membuat PP yang sebetulnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan peningkatan mutu dan profesionalisme. Apa yang disampaikan Bapak MenegPan ketika kami audiensi dikantor beliau beberapa waktu yang lalu bahwa mereka (guru bantu) akan diangkat menjadi PNS secara serentak sampai tahun 2009, dengan satu alasan karena selama ini ketika mereka ikut mendaftar dan seleksi secara umum sebagaimana yang selama ini dilaksanakan oleh pemerintah mereka selalu gagal ( tidak bisa diterima menjadi PNS). sehingga mereka kemudian dibuatkan PP 48 2005 yang secara husus akan diterima secara gratis menjadi PNS hanya dengan menyerahkan data pribadi. Menurut pendapat kami , upaya pemerintah dengan PP tersebut justru jauh dari maksud peningkatan mutu dan profesionalisme guru, bagaimana mungkin guru yang diangkat tanpa melalui sebuah seleksi yang ketat, adil dan demokratis mampu menciptakan prodak yang profesional!!! Sudah tidak menjadi rahasia lagi bahwa hari ini kondisi Aparatur negara kita masih jauh dari yang kita harapkan, terutama dalam hal profesionalisme. Kebiasaan jalan-jalan, main catur, tenes meja, main game dll  pada saat masih jam kerja, adalah sebagai bukti bahwa profesionalisme yang mestinya harus dimulai dari aparatur negara sebagai tauladan masyarakat masih belum  bisa dijalankan dengan baik, mestinya mereka sadar bahwa setatus PNS yang disandang mereka bukan tanpa imbalan yang gratis, tetapi menggunakan anggaran negara yang dihasilkan dari keringat rakyat. Oleh karena itu kami berharap tulisan ini bisa menjadi materi diskusi kepada semua anak bangsa yang dengan ihlas punya keinginan memperbaiki bangsa ini dari ketertinggalan…   

& Komentar

  1. helgeduelbek berkata,

    Februari 19, 2007 pada 8:04 pm

    Nurani jati diri PNS-lah penentunya, produktifitas kerja rendah tapi di kebanyakan kantor tetep saja nerima pegawai baru. Mungkin sejalan dengan tulisan :
    http://urip.wordpress.com/2006/11/04/budaya-kerja-pegawai-negeri/.

  2. M Shodiq Mustika berkata,

    Maret 2, 2007 pada 10:28 am

    Alangkah bagusnya bila Anda daftarkan postingan ini di
    http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/28/pendaftaran-%e2%80%9ctop-posts%e2%80%9d-jan-feb-2007/
    pada kategori Responsive dan kategori lain yang relevan.

  3. pinkparis berkata,

    Juni 26, 2008 pada 5:56 am

    profesionalisme pada PNS? jujur aku juga kadang ragu ada segi profesionalisme dalam PNS. karena perekrutannya saja masih gak jauh-jauh dari seberapa tebel amplop yang bisa diberikan ….

  4. ice berkata,

    Juli 29, 2008 pada 5:54 pm

    memang dunia pendidikan kita sekarang tak ubahnya seperti kandang babi yang becek dan bau penuh dengan ketidak pastian..

  5. bambang sudibyo yudhoyono berkata,

    Juni 3, 2009 pada 2:59 pm

    numpang komentar……..
    saya tidak setuju jika dunia pendidikan kita di ibaratkan seperti kandang babi. masih banyak anak indonesia yang menggeluti pendidikan skarang, bisa jadi kita salah satunya. kenapa kita berkomentar seperti itu jika anak, saudara, teman atau bahkan kita sendiri masih menggeluti dan membutuhkan dunia itu. siapa yang biasa di kandang babi?

  6. wyan sudiarta berkata,

    Oktober 17, 2009 pada 1:19 pm

    “bagaimana mungkin guru yang diangkat tanpa melalui sebuah seleksi yang ketat, adil dan demokratis mampu menciptakan prodak yang profesional!!!”
    1. kalau boleh saya bertanya apakah anda seorang guru ???
    2. kalau guru melalui seleksi yang ketat apakah dijamin akan menciptakan prodak yang profesional ..???
    3. adakah sifat profesional di negara ini ..???


Tulis sebuah Komentar